Wednesday, January 30, 2019

ASUS ZENFONE MAX M2, PONSEL ANDALAN UNTUK GAMING ++


Bicara soal ponsel gaming, ada masa dimana saya belum paham betul tentang spesifikasi ponsel untuk main games padahal lagi cinta-cintanya main games di situ. Dampaknya, saya jadi sering banget ngalamin ponsel panas, nge-hang, lemot, dan lainnya. Aktivitas gaming terpaksa dihentikan, menunggu si ponsel adem dan siap digunakan kembali. Tapi kan kesel, lha wong main games paling sering dilakukan di jalan menuju dan pulang kantor, sambil nunggu Transjakarta yang datengnya seabad sekali atau waktu di kereta yang penuh sesak kayak ikan teri di ember. Niat hati itu main games supaya mengurangi stres di perjalanan, tapi kalau ponsel sudah berulah, ya sudah gagal deh, ga jadi main! Begitulah kalau punya ponsel yang dipaksakan. Spesifikasi ponsel saya tidak kuat untuk gaming, ditambah lagi aplikasi lainnya yang membuat kerja ponsel saya semakin berat. Saya pun terpaksa menghapus beberapa aplikasi dan mengunduhnya lagi saat diperlukan. Repot bener ya? Lama kelamaan minat saya bermain game pun luruh.

Kini, ditengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga, saya kembali mulai menggemari bermain games di ponsel untuk menghilangkan kebosanan. Main game dilakukan sambil menemani anak tidur siang atau ketika saya sulit tidur malam hari. Namun, berkaca dari pengalaman masa lalu, saya ingin punya ponsel yang lebih mumpuni, dong! Sebelum memilih ponsel baru, saya menyelidiki ternyata ada beberapa penyebab yang membuat aktivitas main game terhambat, seperti terlalu banyak mengunduh aplikasi, terlalu banyak aplikasi berjalan, RAM kecil, atau mungkin game yang tidak sesuai dengan versi Android.

Oleh karena itu, ada beberapa kriteria –versi saya-yang wajib dipenuhi saat memilih ponsel baru: Prosesornya kencang, RAM memadai, baterai tahan lama, fungsi kamera dan audio yang bagus, tetap harus stylish, ringan bobotnya dan harga terjangkau.


PERKENALKAN, ASUS ZENFONE MAX M2

Foto : www.asus.com


Setelah berkelana beberapa waktu mencari spesifikasi yang sesuai, akhirnya saya menetapkan hati ke salah satu ponsel keluaran ASUS yaitu Zenfone Max M2. Sebagai ibu rumah tangga dengan banyak prioritas kebutuhan tapi tetap mau kece dan bisa main game, ponsel ini merupakan alternatif ponsel gaming dengan harga terjangkau yang memiliki performa maksimal di kelasnya. Dengan budget sekitar 2 jutaan saja kita sudah bisa membawa pulang Asus Zenfone Max M2. Kita lihat satu persatu, yuk!

Performa yang Kuat
Zenfone Max M2 menggunakan sistem operasi Android Oreo 8.0 dan didukung oleh Central Processing Unit (CPU) dan Graphic Processing Unit (GPU) yang terbaik untuk kebutuhan gaming. CPU adalah pengendali jalannya system dalam android, ibaratnya seperti otak komputer. Prosesor yang digunakan adalah Qualcomm Snapdragon 632 yang memberikan performa kuat. Ini menjadikannya lebih cepat, lebih hemat daya dan tidak panas. Sedangkan GPU (Graphic Processing Unit) adalah semacam perangkat yang membantu CPU memproses dan menampilkan gambar/grafik dengan baik. Zenfone Max M2 sudah didukung oleh GPU Adreno 506. Kerja prosesor ini juga didukung oleh RAM sampai dengan 4GB. Tahu kan, semakin besar kapasitas RAM, semakin besar pula informasi yang dapat disimpan di dalamnya, dan menghasilkan performa yang semakin lancar. Zenfone Max M2 tersedia dalam dua pilihan, yaitu RAM 4GB/internal 64GB dan RAM 3GB/internal 32GB.

Ringan dan Stylish
Ponsel ini hadir dengan desain bodi baru yang lebih ramping dan ringkas, dengan premium metal finish serta tiga pilihan warna yaitu Midnight Black, Space Blue, atau Meteor Silver. Dengan berat hanya 160 gram dan dimensi ketebalan 7,7 mm bikin saya makin suka karena tidak terkesan bulky untuk ponsel gaming.

Baterai Tahan Lama dan Display Luas
Zenfone Max M2 dilengkapi dengan baterai li-polimer 4000mAH. Asus mengklaim bahwa kemampuan baterai ini luar biasa bisa bertahan selama 2 hari pemakaian normal.

Foto: www.asus.com

Selain itu, ZenFone Max M2 menggunakan layar 6,3 inci dan resolusi HD+ dengan aspek rasio 19:9 dan screen-to-body ratio hingga 88 persen. Wah, ini sangat menyenangkan sekali! Kita dimanjakan dengan display yang luas saat bermain game. Bagi saya, ini memberikan rasa nyaman tersendiri. Selain itu, saya juga bisa puas marathon nonton drama Korea kesukaan saya di layar yang lebar atau mendengarkan musik favorit tanpa harus bolak balik mengisi daya baterai.

KAMERA DAN AUDIO MEMIKAT
Zenfone Max M2 mengusung sistem dual-camera. Dengan resolusi 13 MP+2MP dan aperture F1.8, kamera belakang ZenFone Max M2 dapat mengambil foto dengan jelas dan detil. Sedangkan kamera depan dilengkapi dengan resolusi 8MP dan aperture F2.0 lengkap dengan Softlight LED Flash. Asus juga melengkapi ponsel ini dengan fitur Al Scene Detection yang secara otomatis mendeteksi latar gambar dan mengoptimalkan setting foto yang sesuai (ada 13 tipe setting foto). Kamera ponsel yang mumpuni amat penting bagi saya, karena saya juga menggunakan ponsel untuk memfoto barang jualan saya di media sosial.

Pengalaman audio dengan Zenfone Max M2 juga tidak kalah bagus. Dibekali dengan 5 magnet speaker dan amplifier NXP dengan distorsi rendah, ponsel ini mampu memberikan suara yang kuat, jelas, dan jernih. Pas kan, kalau dipakai mendengarkan musik favorit saya atau memutar lagu-lagu nursery rhymes untuk puteri saya, hehehe.

RUANG PENYIMPANAN YANG BESAR
Zenfone Max M2 memiliki 2 slot SIM Card 4G LTE dengan kecepatan lebih dari 300Mbps7 dan juga slot microSD yang bisa menampung data sampai dengan 2TB. Dengan triple shot seperti ini, artinya saya bisa menyimpan lebih banyak data. Hore!

Tabel Spesifikasi Asus Zenfone Max M2, sumber : www.asus.com, infografis : Helena


KESIMPULAN
Zenfone Max M2 adalah alternatif ponsel gaming yang menawan di kelasnya, apalagi ponsel ini juga menawarkan kelebihan seperti prosesor, baterai, kamera, audio, kapasitas, dan lainnya yang membuat saya tidak ragu memilihnya. Ponsel ini tidak sekedar untuk bermain game, tetapi juga mendukung untuk lifestyle. Dengan harga yang terjangkau, hanya 2 jutaan saja, banyak kelebihan yang ditawarkan oleh Zenfone Max M2.



Catatan : Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi yang diadakan oleh Blog Om Yahya






Monday, January 28, 2019

Si Kecil Aktif Berkat Asupan Sehat : Review Susu UHT



Akhir tahun 2018 yang lalu, ceritanya saya mulai belajar lebih dalam mengenai Montessori. Tujuannya tentu supaya saya bisa menerapkan metode ini di rumah ya, ibu-ibu. Menerapkannya secara langsung nanti kepada anak tentu memberi perspektif berbeda bagi saya sebagai ibu. Dari sini jugalah saya mengenal ada yang dinamakan periode sensitif. Periode sensitif adalah periode tertentu dalam hidup anak dimana ia fokus menyerap satu karakteristik dari lingkungannya dan mengenyampingkan yang lain. Disebutkan juga bahwa dalam periode ini anak memilliki sensitivitas yang kuat terhadap satu pengetahuan atau keterampilan baru. Sensitivitas ini berlangsung pada suatu periode dan tidak berulang. Gampangnya begini, ini adalah masa-masa ketika anak suka sekali mengulang-ulang suatu kegiatan tanpa alasan yang jelas. Misalnya membuka dan menutup tutup botol atau mengambil dan mengembalikannya sesuatu ke tempatnya berulang kali.


PERIODE SENSITIF PADA BENDA KECIL DAN PADA INDERA

Periode ini biasanya dimulai pada usia sekitar satu tahun. Putri saya, Sola, sudah mulai bisa berjalan di usia sembilan bulan. Seiring dengan meningkatnya kelancaran berjalan, tingkat keaktifannya meningkat 100%. Keterampilan lain yang ikut berkembang misalnya memanjat kursi atau sofa dan naik turun anak tangga. Daerah jajahannya juga sudah sampai ke dapur dan kamar gudang di rumah. Lama kelamaan Sola mulai suka menjelajah ke area yang lebih luas, misalnya teras atau ke halaman rumah. Perhatiannya pun mulai tertuju pada benda-benda kecil, seperti batu kerikil, daun gugur, atau semut.
"The senses, being explorers of the world, open the way to knowledge. Our apparatus for educating the senses offers the child a key to guide his explorations of the world, they cast a light upon it which makes visible to him more things in greater detail than he could see in the dark, or uneducated state." -Maria Montessori, The Absorbent Mind.
Pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang kuat dan memerlukan benda-benda untuk dieksplorasi. Anak belajar melalui indera, dimana ia belajar dengan menyentuh, mencium, melihat, mendengar, dan merasa. Adalah tugas orangtua untuk memberikan kesempatan mengeksplor lingkungannya dan menstimulasi inderanya, dan tidak selalu kuatir masalah kebersihan dan keselamatan yang ringan.


DUNIA LUAR YANG MENYENANGKAN

Tiga tahun pertama adalah usia yang menyibukkan bagi anak. Banyak hal yang dipelajari anak dalam proses tumbuh kembangnya. Anak-anak juga suka di lingkungan outdoor, sehingga mempunyai banyak kesempatan mengeksplorasi dan belajar hal-hal baru atau hanya sekedar menghirup udara segar. Saya sendiri sudah melakukannya bersama Sola, hehehehe. Kadang-kadang kami berjalan-jalan sekeliling halaman rumah, atau Sola ikut menemani papanya mencabut rumput di halaman. Kan dia jadi bereksplorasi dalam hal penciuman atau penglihatan.

Kebetulan Opung datang, jadi harus nemenin Sola main di halaman

Paling happy kalo diajak main di teras rumah

Tapi seringkali kita sebagai orangtua banyak cemasnya, ya kan? Hayo ngaku, hehehe. Saya sendiri juga gitu kok. Kadang anak jalan jauh dikit, sudah dipanggil-panggil. Kadang anak pegang pasir eh sudah langsung diraih tangannya dan dibersihkan pakai tisu basah. Paling sering sih keluar ucapan "Duh, awas jatuh!" "No, no, no, jangan pegang, jangan ini, jangan itu." Ya, namanya juga ibu-ibu, kuatir pasti ada. Tanamkan konsep bahwa anak yg aktif itu sehat kok, biarkan mereka bersenang-senang dalam permainannya. Yang penting kita senantiasa mengawasi dan selalu berada di dekatnya. Malahan, kalau terlalu sering dilarang nanti anak bisa tumbuh menjadi anak yang takut mencoba.

Jadi, tugas orang tua selain adalah menyediakan lingkungan yang mendukung anak bereskplorasi juga adalah memastikan kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi. Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi menyebabkan anak tidak punya energi untuk bereksplorasi melalui belajar dan bermain, bahkan dampak jangka panjangnya adalah tidak optimalnya perkembangan motorik, fisik, dan kognitif  Dengan asupan nutrisi yang tepat, anak akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan gak gampang sakit. Hal ini bisa bikin orangtua tenang membiarkan anak beraktivitas di luar rumah di masa tumbuh kembangnya. Setuju ibu-ibu? 


SUSU UNTUK BALITA

Selain ASI dan makanan padat, Sola juga sudah saya kenalkan dengan susu lain sebagai tambahan. Merujuk pada Academy of Pediatrics bahwa susu segar (whole milk) dapat diberikan pada usia anak diatas 1 tahun dengan catatan anak juga mendapatkan gizi seimbang dari makanan padatnya. Diantara berbagai produk susu segar, susu UHT memiliki kandungan mendekati susu segar. Pilihan saya pun jatuh pada susu Indomilk UHT Kids Full CreamSusu UHT ini dibuat dari susu segar yang dipanaskan pada suhu tinggi (140-145 derajat C) dalam waktu yang singkat 4 detik yang akan membunuh bakteri jahat. 


Susu Indomilk UHT Kids Full Cream pilihan saya


MENGAPA UHT INDOMILK KIDS FULL CREAM?

Saya sempat mencoba dua merk lain, tapi kurang cocok untuk Sola. Begitu beralih ke Indomilk Kids Full Cream eh anaknya mau. Jadi, pertimbangan saya memilih produk ini antara lain:

Kandungan Nutrisi Lengkap
Tubuh tidak dapat memproduksi kalsium, padahal kalsium amat dibutuhkan untuk pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Dari beberapa bacaan saya mendapat simpulan bahwa kalsium bisa didapat dari dairy product, salah satunya adalah susu. Selain tinggi kalsium, Susu Indomilk UHT Kids Full Cream juga tinggi Fosfor, Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium, dan sumber vitamin A, B1, dan B6. Oh iya, produk ini sudah bisa diberikan pada bayi berusia 1 tahun lho.



Informasi Nilai Gizi
Tidak Mengandung Gula dan Garam Tambahan
Ternyata konsumsi garam yang berlebihan dapat membuat kerja ginjal menjadi lebih berat. Selain itu, kandungan gula tambahan bisa menyebabkan kegemukan dan mengganggu pertumbuhan gigi anak. Nah berita baiknya, susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini tidak mengandung gula dan garam tambahan. No worries, mommy!

Kemasannya Praktis
Kemasan susu Indomilk UHT Kids Full Cream terbilang praktis dengan ukurannya 115ml sehingga bisa habis dalam sekali minum. Kemasannya yang kecil juga memudahkan anak memegang susu, apalagi ketika dibawa beraktifitas oleh anak. Kemasannya juga ready to go banget ketika dibawa bepergian, tidak makan banyak tempat di dalam diaper bag atau tas saya.

Ini lagi bahas rumput yang bergoyang ya, nak? Hehehe
Anak aktif ya anak sehat dong!

Eh iya, ibu-ibu ada info menarik! Saat ini Susu Indomilk UHT Kids Full Cream mengadakan blog competition dengan total hadiah 15 juta Rupiah. Syaratnya mudah sekali, sayang kalau gak ikutan :) Silakan cek langsung ke sini ya. Ingat, batas kompetisinya hanya sampai 31 Januari 2019. Yuk, ikut meramaikan!



-Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition Indomilk UHT Kids Full Cream #AktifItuSehat


Thursday, January 17, 2019

#AksiFlashBunda: Tanggap Mengobati Lebam Pada Anak

Menjadi ibu baru membuat saya sangat antusias mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan anak, bahkan sejak masih hamil. Nah, salah satu yang menarik adalah topik mengenai perkembangan anak.
Berdasarkan pelatihan yang pernah saya terima, perkembangan anak meliputi empat hal, yaitu perkembangan fisik, perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, dan perkembangan kognitif. Sekarang saya ingin fokus pada perkembangan fisik ya. Perkembangan fisik merujuk pada perubahan fisik tubuh misalnya perkembangan otot, tulang, penglihatan, pendengaran, dll. Keterampilan fisik seperti merangkak, berjalan, dan berlari merupakan hasil dari perkembangan fisik. Keterampilan ini dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
  1. Keterampilan motorik kasar, yaitu keterampilan yang melibatkan otot besar seperti berjalan, berlari, melompat, dan naik turun tangga.
  2. Keterampilan motorik halus, yaitu keterampilan yang melibatkan otot-otot kecil jari dan tangan, misalnya menggenggam, menggambar, dan menggunting.
Selain faktor dari dalam diri anak, faktor lingkungan juga mempengaruhi kemampuan fisik anak, misalnya dengan pemberian mainan dan aktivitas yang sesuai. Oleh karena itu, orang tua pun dituntut untuk memberikan stimulasi yang tepat agar keterampilan motorik anak dapat dikembangkan secara maksimal.
Diusianya yang ke-16 bulan, putri saya, Sola, telah berhasil mencapai keterampilan motorik halus seperti memegang gelas dengan dua tangan, menyuap sendok ke mulutnya, membuat coretan, membuka/memutar tutup botol, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil, serta membolak-balik halaman buku. Sedangkan keterampilan motorik kasar yang sudah berkembang misalnya melempar bola plastik tanpa arah, dengan mudah membungkuk lalu berdiri kembali, berjalan cepat (hampir seperti berlari) memanjat sofa/kursi, dan naik turun tangga (di teras rumah ada 2-3 anak tangga). Bagian ini yang paling sering membuat kepala saya cenat cenut, hehehe.

Sehari-hari saya hanya berdua dengan Sola. Sampai saat ini kami belum punya asisten untuk membantu mengurus rumah maupun menjaga Sola. Bisa dibayangkan dong bagaimana repotnya ketika saya harus memasak, membersihkan rumah, atau sekadar ke toilet sementara Sola sudah sangat aktif mobilitasnya. Tidak jarang saya mendapati dia sudah duduk di lengan sofa, atau sedang naik turun tangga di teras rumah kami. Bahkan belakangan ini Sola bisa memutar-mutar badannya dalam posisi berdiri, menabrak sudut tembok, jatuh, dan bukkk muncullah lebam. Duh!


Tapi apakah lantas saya menyerah dan menyuruh anak saya diam saja? Tentu saja tidak! Saya justru senang bila anak saya tetap aktif bergerak dan terus mengembangkan keterampilan motoriknya. Sayalah yang harus semakin siaga
#AksiFlashBunda versi saya adalah langsung tenangkan anak sesaat setelah dia menangis kuat akibat terbentur. Sambil menenangkan anak, biasanya saya langsung screening ke seluruh tubuh anak bagian mana yang kedapatan luka memar. Saya pasti langsung tahu karena warna awal lebam sesaat setelah terbentur adalah merah. Biasanya disertai dengan bengkak dan nyeri saat disentuh. Kalau lebamnya agak lebar, biasanya saya kompres dengan air dingin supaya menghentikan pendarahan di dalam. Tidak lupa, selalu oleskan Thromboflash di area lebam. Cara pemakaiannya cukup dioles tipis-tipis 2-3 kali sehari dan pastikan bukan untuk area luka terbuka.




Thromboflash adalah pereda untuk memar atau lebam yang bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU yang bersumber dari mucosa sapi (bovine). Heparin bekerja dengan melarutkan gumpalan darah yang berada di permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Dan memang terbukti loh, untuk memar yang kecil biasanya setelah saya oleskan thromboflash bekas lebamnya sudah hilang di 2-3 hari berikutnya ditandai dengan warna cokelat muda atau kuning pucat.



Oia, kelebihan yang saya suka dari thromboflash ini yaitu tidak terasa lengket di kulit meskipun bertekstur gel. Ini penting, sebab Sola anaknya gampang merasa risih, tidak suka yang lengket menempel di badannya, hehehe. PT. Pratapa Nirmala sebagai produsen thromboflash juga sudah melindungi konsumen dengan mendaftarkan produk ini dan mendapat sertifikasi HALAL dari MUI sehingga nyaman dan aman untuk digunakan. Jadi, gak ragu lagi ya Thromboflash, si Sahabat Keluarga wajib selalu ada di kotak P3K di rumah. Malah saya juga sediakan di dalam diaper bag supaya tidak ketinggalan kalau pergi keluar rumah. Kami gak takut lebam!


Note: Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AksiFlashBunda dari Thromboflash

SATU LANGKAH KECIL: MEMULAI MENJADI NARABLOG

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menyampaikan ke seorang teman saya kalau saya ingin sekali melakukan sesuatu yang berbeda tahun ini tapi belum tahu apa. Awalnya ditertawakan sih. "Yah mau apa  lagi sih sudahlah jadi IRT saja, masak, mengurus anak, gak usah mikir mau kerja deh!" Respon saya tidak terima dong. Enak saja! Akhirnya saya paksa dia untuk membantu saya memikirkan apa yang mau saya lakukan ke depannya.

Berdasarkan hasil brainstorming berdua, muncullah beberapa ide untuk saya telaah sendiri selanjutnya. Misalnya berjualan daring dengan menambah varian barang yang ditawarkan, menambah keterampilan baru, dan memulai menulis di blogIde ketiga ini sempat membuat saya berpikir lama, apakah saya mampu melakukannya? Beranjak dari situ, saya memulai menjelajah blog. Mulai dari blog yang membahas kecantikan dan perawatan wajah, makanan, pengasuhan anak, buku, keuangan, dan lainnya. Baca sana baca sini. “Ih, keren banget dia nulisnya! Ya ampun baru tahu ada kayak beginian diulas sama si A. Oh, jadi begini ya kalau review makanan atau produk. Dari mana sih para blogger mendapatkan uang? Kok bisa ya banyak sekali yang minta dipromosikan oleh dia?” dan masih banyak pertanyaan lainnya. Hasilnya? Saya mundur teratur karena merasa jadi blogger itu sepertinya berat.

Minat saya muncul kembali setelah membaca blog milik seorang teman semasa kuliah dulu. Menurut saya, dia sangat produktif menghasilkan tulisan dan karya meskipun tentunya masih repot dengan dua anak dan peran sebagai isteri. Saya juga mendapati bahwa ia sudah memenangkan beberapa kompetisi menulis di blog. Prestasi yang sangat hebat ditengah-tengah peran ganda ibu rumah tangga. Dari blognya jugalah saya mulai membaca blog lain yang sarat prestasi, salah satunya blogger tersebut adalah Mas Nodi. Sungguh, saya semakin terpecut untuk menulis. Kalau mereka bisa, mengapa saya tidak?



TENTANG STRES DAN KEJADIAN PENTING

Kalau menengok beberapa tahun terakhir, sebenarnya saya banyak sekali mengalami pengalaman emosional yang kuat karena kejadian-kejadian penting, misalnya menikah, pindah domisili ke luar pulau Jawa, kehilangan pekerjaan, menanggalkan target karir dan pencapaian pribadi, menyesuaikan dengan keluarga baru (mertua dan ipar), program kehamilan selama kurang lebih 3 tahun, hamil dan melahirkan, menyusui, mengurus anak dan rumah dan lainnya. Menurut kacamata sebagian orang, hal ini adalah biasa dan wajar. Bagi saya, semua pengalaman ini menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Apalagi semuanya saya lalui tanpa orangtua, saudara-saudara, teman-teman yang selama ini sudah menjadi significant others. Saya memasuki babak baru kehidupan, yang masing-masing periodenya menuntut saya menyesuaikan diri sekuat mungkin sampai tidak jarang saya sangat kelelahan dan merasa kalah.

Jadi, saya sedikit menggali tentang stres yang terkait dengan kejadian-kejadian penting dalam hidup. Dua orang peneliti, Thomas Holmes dan Richard Rahe (1967) menemukan bahwa perubahan apapun dalam hidup, baik itu positif maupun negatif, adalah sesuatu yang penuh tekanan dan dapat memberikan dampak negatif. Mereka mengembangkan Social Readjustment Rating Scale (SRRS), sebuah skala berisi 43 daftar yang ditelaah melalui penelitian menyeluruh terhadap partisipan, yang memberikan dampak paling besar dalam hidup. Setiap item mewakili nilai (value) yang menggambarkan skala adaptasi yang dibutuhkan. Semakin besar nilainya maka semakin besar juga adaptasi yang diperlukan. Daftar lengkapnya bisa dilihat disini.

Sumber: www.statistica.com
Saya ingat sekali, di hari pertama setelah pernikahan, saya diminta menyapu halaman rumah oleh ibu mertua. Saat itu saya sangat kaget sampai menangis. Meskipun begitu, tetap saya lakukan apa yang diinstruksikannya. Tidak sekalipun saya membayangkan akan diminta membersihkan halaman. Padahal fisik saya letih luar biasa, setelah berjam-jam pesta adat batak di gedung, malam hari masih dilanjutkan acara menantu memasuki rumah yang selesai sekitar jam 10 malam. Namanya pengantin baru inginnya santai-santai, kalau tidak dilayani ya minimal jangan disuruh bekerja dulu. Sambil menyapu, saya menangis meratapi diri sendiri “kok sedih amat ya, padahal di rumah tidak sekalipun orangtua saya menyuruh melakukan apapun”. Pikiran saya menerawang teringat orangtua, pekerjaan, dan lainnya yang saya tinggalkan di Jakarta yang berakhir di halaman rumah itu.

Ini baru awal segala kecanggungan saya tinggal bersama mertua. Pernah juga dua kali memecahkan piring dan gelas karena tersentak kaget sewaktu dipanggil mertua. Mertua saya bersuara keras dan lantang, itu memang pembawaannya tetapi dulu saya belum tahu. Atau kejadian pada saat saya hampir membakar dapur karena meletakkan kain lap dekat sekali dengan kompor dan meninggalkan dapur untuk melakukan sesuatu. Saat ini saya bisa menertawakannya, tetapi dulu saya hampir selalu merasa sedih karena apapun yang saya pegang pasti jadi bencana.


KATARSIS DAN MENULIS

Psikolog James Pennebaker dan rekan-rekannya melakukan sebuah riset mengenai pentingnya emotional venting atau chatarsis dengan kesehatan jangka panjang. Akar kata katarsis berasal dari bahasa Yunani yang berarti untuk membersihkan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, katarsis adalah cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas. Pennebaker dkk meminta para mahasiswanya, dalam kelompok eksperimen, menuliskan kejadian-kejadian sumber stres yang mereka alami termasuk perasaan mereka mengenai perkuliahannya, sementara mahasiswa di kelompok kontrol hanya diminta menuliskan hal-hal yang sepele. Pennebaker dkk mendapati bahwa mencurahkan emosi (melalui tulisan) memberikan keuntungan jangka panjang, termasuk didalamnya adalah sedikitnya jumlah kunjungan ke dokter. Studi yang mendukung hal ini juga menyebutkan bahwa mencurahkan emosi memberikan manfaat yang nyata, yaitu  dapat membantu kita mengorganisasikan pikiran dan menemukan makna dari pengalaman yang dihadapi (Meichenbaum, 1977; Silver & Wortman, 1980).

Penelitian yang dilakukan oleh Klein and Boals (2001) menemukan bahwa ketika orang dewasa menulis mengenai kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka, memory terhadap kejadian tersebut juga meningkat. Menulis bermanfaat untuk kemampuan kognitif karena mensyaratkan penulis untuk memiliki perhatian yang fokus, mampu membuat perencanaan dan berpikir ke depan, mengorganisasikan pikiran, berpikir reflektif, dan lainnya. Patricia McAdoo, seorang Psikolog Klinis, menyebutkan bahwa kita cenderung memandang sesuatu berdasarkan versi pribadi, melihat segala sesuatu dari kacamata sendiri. Mengubah perspektif dan menulis dari sudut lain membantu kita menjadi lebih fleksibel dalam berpikir dan memungkinkan kita melihat bahwa tidak hanya ada satu versi dari kisah yang kita alami. Ibaratnya, menulis itu melebarkan lensa pengalaman kita, melonggarkan kekakuan mengenai siapa kita, dan bahkan dapat membuka kesempatan menjadikan diri yang lebih baik.
Sumber: www.google.com

Tahun-tahun berlalu, sekarang sudah hampir lima tahun saya tinggal disini. Sudah banyak penyesuaian yang saya lakukan. Saya mencari kesibukan baru, mulai dari berolahraga dan mencari pekerjaan baru. Saya mencari teman-teman baru di kota ini. Kadang keluar untuk sekedar ngopi atau ke toko buku. Pernah juga bersama teman-teman saya mengadakan training outbound dan seminar pendidikan. Belajar memasak dan membuat kue juga merupakan hal yang saya pelajari disini (ya selain itu memang salah satu peran sebagai isteri). Malahan sekarang saya mulai menjual hasil baking saya, yaitu granola. Pencapaian baru. Saya bertahan.

Sumber: Pekanbaru Pos, 18 Nov 2016


Salah satu hal yang saya lakukan yang menurut saya sangat membantu secara signifikan adalah memiliki jurnal pribadi dimana saya bisa menuliskan apa saja yang saya alami, pikirkan, dan rasakan tanpa kuatir penilaian baik buruk atau benar salah. Semua saya tumpahkan disana. Mungkin ini yang dimaksud beberapa orang bahwa menulis itu menyembuhkan. Hal-hal baik dan menyenangkan menjadi sesuatu yang memotivasi saya, membuat saya bersyukur Tuhan menjadikan hari itu untuk saya. Ada kalanya hal-hal buruk dan menyedihkan terjadi, disitu saya bisa mengungkapkan perasaan saya, termasuk mengumpat dan memaki. Tidak ada yang menghakimi saya. Singkatnya adalah dengan menulis saya dapat meluapkan semuanya sehingga merasa lebih baik. Tetapi kali ini saya mau lebih lagi dari sekedar menulis jurnal. Harapan saya, mungkin dengan menulis di blog, saya dapat melihat sesuatu dengan perspektif yang lebih luas, mempunyai kesempatan berbagi dengan orang lain di luar sana, dan menjadi berkat melalui tulisan saya. Kesempatan untuk menimba ilmu-ilmu baru, belajar dari yang lebih senior, dan bisa menerbitkan buku karya saya sendiri juga semakin terbuka untuk saya. Bahkan tidak menutup kemungkinan di masa mendatang saya dapat menghasilkan uang melalui tulisan saya di era digital ini.


Sumber Referensi:




Sunday, January 6, 2019

Hello 2019! A New Journey Begins

Hello 2019!


Akhirnya, setelah selama ini hanya wacana, saya memutuskan untuk mulai menulis di blog. Sedikit banyak demi meringankan isi kepala yang selama ini tanpa pelampiasan hahaha 🀣

Biasanya saya memulai tahun baru dengan memiliki beberapa resolusi. Ada yang kayak saya? Hehehe. Kalau menengok kembali ke awal 2018 ada beberapa resolusi yang malahan tidak tercapai : berat badan turun ke semula setelah melahirkan, asi eksklusif sampai 2 tahun, belajar dan memiliki kebun sayur sendiri, dan belajar menyetir mobil. Tau-tau sekarang saya mendapati malah melakukan hal yang lain yang malahan gak nyambung sama resolusi saya semula. Nah ini dibahas kapan2 aja ya hahaha

Akhirnya saya membuat #resolusireceh yang kalau saya gak lakukan kok kebangetan banget ya, udah recehan masa masih gak bisa 🀣🀣

1. Gak potong rambut selama setahun ke depan.


Hahaha recehan banget ini mah. Soalnya dalam setahun saya bisa 2-3x potong rambut, plus nipisin, plus rapihin ujung-ujung rambut, gak betahlah kalau rambut panjang sedikit dan susah diatur. Tahun ini saya mau coba memanjangkan rambut sekaligus ngetes seberapa kuat saya menghadapi rambut saya ini dan keruwetannya hahaha.



2. Plank 3x sehari

#Resolusireceh kedua ya emang karena amat sangat simple. Mau yoga ga bisa kalau sendirian pasti anak reweh gak ada yang pegang, mau keluar ke tempat gym oh tentu saja lebih gak bisa. Olahraga di rumah semacam treadmill atau sepeda statis ya gak punya alatnya. Ya udah deh kita coba aja plank dulu.


3. INVEST MORE

Yang ini agak seriyes sedikit yes πŸ™„
Jadi flash back sedikit, tahun lalu saya sempat dirawat lama di RS dan menjalani 2x operasi dengan biaya yang tidak sedikit (kapan-kapan kucerita bagian ini yhaa) Disitu saya sadar, lho kok selama ini gak rutin bayar BPJS (asuransi kesehatan) trus tabungan juga tirus tipis gak ada buat bayar (dana darurat). Untungnya ada asuransi dari kantor suami ditambah membobol kantong suami (juga) supaya bisa bayar tagihan rumah sakit. Sejak itu saya kepikiran terus soal nabung, nabung, dan nabung. Gimana ya caranya biar uang yang dipunya gak habis belanja online atau gofood makanan, tapi uang itu diberdayakan untuk masa depan atau untuk hal-hal darurat.



Sebenarnya dulu sewaktu masih kerja di Jakarta, saya sudah punya tabungan dan juga investasi berupa Reksadana. Sayangnya setelah menikah, itu tidak saya lanjutkan lagi. Baru sekarang saya sadar bahwa itu ternyata memang penting sekali. Berbekal belajar (lagi) dari youtube, baca beberapa referensi di internet dan coba-coba ke website agen penjual reksadana, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba 2 jenis reksadana : reksadana campuran dan saham.

Soal BPJS juga gak kalah penting. Rumah sakit tempat saya dirawat kemarin sebenarnya menawarkan bebas biaya selama ada BPJS. Termasuk disini adalah biaya kamar, obat, dan juga tindakan dokter alias operasi. Sayangnya BPJS saya mati. Gak dibayar. Putus. Mau gak mau akhirnya bayar pribadi dan dibantu dengan asuransi kantor suami yg besarannya gak seberapa. Disitu saya merasa nyessssssss πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„ Jadi, tahun ini juga harus lebih memperhatikan pembayaran BPJS karena kita gak tau kan kapan kita akan membutuhkannya.


4. Belajar setir mobil

Nah, kembali ke receh, hahaha. Saya berencana mau mengajak mama dan adik saya liburan sih. Untuk memudahkan mobilitas, mengendarai mobil sendiri adalah salah satu opsi terbaik. Jadi ya harus belajar nyetir dari sekarang.

Ke depannya, list ini mungkin masih akan bertambah. Tapi saya akan memastikan sereceh mungkin, sehingga eksekusinya pun mudah dan ringkes dilakukan. Doakan saya yah  🍸🍸

ASUS ZENFONE MAX M2, PONSEL ANDALAN UNTUK GAMING ++

Bicara soal ponsel gaming , ada masa dimana saya belum paham betul tentang spesifikasi ponsel untuk main games padahal lagi cinta-cintanya...